Home Nasional SURAMADU, Posko Penyekatan Porak Poranda Di Amuk Warga

SURAMADU, Posko Penyekatan Porak Poranda Di Amuk Warga

SHARE
SURAMADU, Posko Penyekatan Porak Poranda Di Amuk Warga

Keterangan Gambar : Posko Penyekatan SURAMADU.

mediaMERAHPUTIH.com - Surabaya, Sebagaimana diketahui bersama bahwa saat ini Kabupaten Bangkalan telah masuk kedalam Zona Merah dalam penularan Virus COVID-19. Hal ini berarti potensi penularan Virus Corona dikawasan tersebut sangatlah tinggi.

Kondisi ini tampak dengan banyaknya warga Kabupaten Bangkalan yang harus dilarikan ke rumah sakit akibat terinfeksi oleh Virus Corona.

Kondisi Kabupaten Bangkalan yang masuk dalam Zona Merah ini tentu membuat Kota Surabaya harus bersiaga secara penuh. Oleh karena itu, mulai Hari Sabtu yang lalu, Pemkot Surabaya telah mendirikan Pos Penyekatan di kawasan Suramadu. Jadi semua warga yang akan memasuki Kota Surabaya haruslah mau untuk dilakukan SWAB Test terlebih dahulu.

Untuk kegiatan SWAB Test ini, Pemkot Surabaya juga melakukan koordinsi dengan Pemerintah Kabupaten Bangkalan. Hal ini dilakukan agar kedua masyarakat, baik di Kota Surabaya maupun Kabupaten Bangkalan bisa mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kegiatan penyekatan ini. karena menang untuk menjaga keamanan wilayah masing-masing.

Kegiatan SWAB Test di Pos Penyekatan Suramadu ini dilaksanakan secara rutin dan dilaksanakan penuh selama 24 jam. Jadi, semua pengendara yang akan atau setelah melewati Jembatan Suramadu ini pastilah mendapatkan tindakan SWAB Test terlebih dahulu.

Meskipun Pos Penyekatan ini didirikan untuk maksud yang baik, namun masih ada juga warga yang merasa kalau kegiatan SWAB Test ini sangat menyusahkan. Apalagi bagi mereka yang setiap harinya harus melewati Jembatan Suramadu. Mereka setiap hari harus menjalani SWAB Test karena masa berlaku surat hanya berlaku satu hari saja.

Biasanya mereka adalah para pekerja urban yang rumahnya di Kota Surabaya namun bekerja di Bangkalan, Begitu juga sebaliknya mereka yang rumahnya di Bangkalan harus bekerja di Kota Surabaya.

Kondisi kekesalam masyarakat ini akhirnya memuncak pada hari Jum'at (18 Juni 2021) pagi tadi. Pada pukul 05.30wib, ratusan warga yang mengantre di dalam Pos Penyekatan Suramadu tampak kesal. Mereka tampak bergerombol untuk mengambil KTP yang tadinya telah dikumpulkan oleh petugas.

Ratusan orang ini terlihat marah terhadap petugas yang ada di dalam Pos Penyekatan Suramadu tersebut. Saking marahnya dalam waktu singkat, kondisi Pos Penyekatan tersebut langsung porak poranda karena amarah warga. Melihat banyaknya warga yang marah, petugas Satpol PP dan petugas keamanan yang lain tampak tidak mampu mengendalikan keadaan.

Petugas gabungan pos penyekatan pun tak bisa membendung warga yang berebut KTP itu.Kursi dan meja di pos itu porak poranda.Tak lama aksi tersebut langsung diredam oleh anggota TNI. tampak warga yang berada di pos penyekatan berhamburan meminta KTP.

"Swab Surabaya kisruh. Kurang adil, semua KTP hilang," kata pria yang merekam video itu.

Setelah kejadian tersebut, kini kondisi pos penyekatan diperketat. Sekaligus pengamanan yang ketat supaya tidak terulang kembali.

Wakapolda Jatim, Brigjen Pol Slamet Hadi Supraptoyo yang berada di lokasi mengimbau kepada masyarakat untuk lebih sabar. Sebab, apa yang dilakukan oleh para petugas tak lain untuk menyelamatkan warga Jatim.

"Tentunya adalah untuk melindungi saudara kita. Untuk itu tolong kita bersama-sama menahan diri, apa yg dilakukan rekan-rekan TNI, Polri dan Dinkes ini semata-mata keterpanggilan jiwa kita, utk menyelamatkan warga masyarakat khususnya Jatim," ujarnya, Jumat, (18/6/2021).

Ia kembali mengingatkan dan meminta masyarakat untuk bekerja sama. Karena upaya ini untuk melindungi masyarakat. "Untuk itu saling menahan diri agar pelaksanaan kegiatan tes rapid antigen bisa berjalan lancar, tidak ada lagi rebutan kembali," imbuhnya.

Setelah kejadian ini pihaknya bersama pihak terkait akan melakukan evaluasi untuk perbaikan kedepannya. "Kalau kita dari petugas baik TNI dan Polri sudah melakukan persiapan yaitu pengamanan.

Kemudian kita juga menyiapkan rekan-rekan dari dinkes. Untuk Menyiapkan vaksinasinya kemudian yg terpenting kembali lagi, masyarakat antri. Kalau kesiapan kita sudah settle. Cuma masyarakat harus tertib dan antri menahan diri

kalaupun ada kegiatan yg memang buru-buru sampaikan petugas. Sehingga tidak ada lagi nanti masyarakat yang berebut dan membuat riuh masyarakat lainnya," tandas Brigjen Slamet."LAGALIGO"

mediaMERAHPUTIH.tv