Home Media PMI / TKI Indonesia Disebut Memiliki Tenaga Kerja Berlimpah

Indonesia Disebut Memiliki Tenaga Kerja Berlimpah

SHARE
Indonesia Disebut Memiliki Tenaga Kerja Berlimpah

Keterangan Gambar : Himsataki bakal terus berkoordinasi dengan Hyundai Heavy Industry (HHI) Korea Selatan demi terciptanya bisnis penempatan pekerja yang baik, terukur dan akuntabel.

mediaMERAHPUTIH.com Jakarta, Indonesia disebut negara yang beruntung memiliki tenaga kerja berlimpah. Peluang ini harus diambil dan dimanfaatkan semaksimal mungkin agar tenaga kerja yang ada memiliki peluang kerja di dalam dan luar negeri.

Hal itu diungkapkan Ketua Umum Harmonisasi Integrasi Mitra Pengusaha Tenaga Kerja Indonesia (Himsataki) Tegap Herjadmo menyikapi arahan dari Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor terkait banyaknya tenaga kerja usia produktif.

Tegap mengatakan, Himsataki akan berkoordinasi dengan Hyundai Heavy Industry (HHI) Korea Selatan demi terciptanya bisnis penempatan yang baik, terukur dan akuntabel.

Dia menyebut Indonesia dan Korea Selatan sudah lama bekerjasama. Pekerja Indonesia selalu mendapat nilai positif bagi perusahaan pengguna.

"Reputasi itu harus dijaga agar gelombang kerja berikutnya tetap terjaga dan keterampilan serta perilaku pekerja menjadi jaminan bagi produktivitas perusahaan," kata Tegap, Selasa, 26 Juli 2022.

Tegap bersyukur rencana penempatan PMI yang akan berkerja di Hyundai Heavy Industry (HHI) Korea Selatan disambut positif Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor dan Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Rhamdani.

"Kami akan memenuhi term and conditions yang dimaksud (Wamen Afriansyah) dan segera menyiapkan CPMI yang kompeten sesuai dengan uraian jabatan yang diminta oleh pihak HHI," ujarnya

Terkait BP2MI yang meminta penempatan para PMI ke Korea Selatan tidak dibebani biaya tinggi, Tegap memastikan semua agency bakal menjalankan dan mematuhi aturan yang berlaku. "Ia (Kepala BP2MI Benny Rhamdani) menggarisbawahi tak boleh ada monopoli terhadap agency yang ada di Indonesia. INi akan menjadi perhatian kami," ujarnya.

Sumber Berita www.medcom.id