Home Internasional Charlie Hebdo dan Alasan Gambar Nabi Muhammad Dilarang

Charlie Hebdo dan Alasan Gambar Nabi Muhammad Dilarang

105
0
SHARE
Charlie Hebdo dan Alasan Gambar Nabi Muhammad Dilarang

Keterangan Gambar : Sebuah foto yang dipasang menunjukkan sampul mingguan satir Prancis Charlie Hebdo dengan kartun kontroversial Nabi Muhammad yang diterbitkan pada tahun 2012, di tengah-tengah surat kabar Prancis lainnya, pada hari pembukaan persidangan serangan, di Paris, Prancis, 02 September 2020. The Serangan teroris Charlie Hebdo di Paris terjadi pada 07 Januari 2015, dengan penyerbuan ekstremis Islam bersenjata dari surat kabar satir, memulai tiga hari teror di ibukota Prancis. Sebuah foto yang dipasang menunjukkan sampul mingguan satir Prancis Charlie Hebdo dengan kartun kontroversial Nabi Muhammad yang diterbitkan pada tahun 2012, di tengah-tengah surat kabar Prancis lainnya, pada hari pembukaan persidangan serangan, di Paris, Prancis, 02 September 2020. The Serangan teroris Charlie Hebdo di Paris terjadi pada 07 Januari 2015, dengan penyerbuan ekstremis Islam bersenjata dari surat kabar satir, memulai tiga hari teror di ibukota Prancis.

 mediaMERAHPUTIH.com  - Prancis, Majalah Charlie Hebdo di Prancis kembali menuai kontroversi setelah beberapa waktu lalu kembali menerbitkan karikatur Nabi Muhammad SAW. Beberapa tahun lalu majalah tersebut sudah melakukan hal serupa.

Mengapa sebenarnya penggambaran Nabi Muhammad dalam bentuk lukisan atau visual lainnya dilarang? Ketua bidang komisi fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), Professor Huzaemah Tahido Yanggo, menjelaskan, pada tahun 1988, MUI dengan tanda tangan KH Hasan Basri telah mengeluarkan fatwa soal penggambaran Rasulullah. Fatwa MUI mengharamkan hal tersebut.

"Itu diharamkan dalam fatwa itu kan bisa saja nanti orang buat buat  gambarnya, padahal bukan begitu aslinya. Dikhawatirkan malah terjadi pelecehan," kata Huzaemah pada Republika.co.id, Ahad (6/9).

Pelarangan visualisasi bukan hanya kepada Nabi Muhammad, tetapi juga pada keluar serta para sahabat dengan alasan yang sama. Huzaemah menjelaskan, dalam hadist Al-Bukhori dan Muslim dinyatakan bahwa 'barang siapa yang berdusta tentang saya dengan sengaja, maka dipersilakan menempati tempat duduknya di api neraka'.

Di samping itu, lanjut Huzaemah, ada juga riwayat bahwa Nabi Muhammad saat Fatkhul Makkah atau pembebasan kota Mekkah memerintahkan untuk menghancurkan gambar-gambar dan patung para nabi terdahulu yang digantung di sekitar Kabah.

"Itu dilarang, berarti kan tidak boleh karena ditakutkan itu nanti ada pelecehan. Maka itu dalam fiqih istilahnya sebagai tindakan preventif untuk menghindari hal hal yang tidak diinginkan oleh agama dan menjaga kemurnian Islam baik dari segi akidah, akhlak maupun syariah," ujar Huzaemah.

MUI mengimbau pemerintah apabila ada gambar film atau visualisasi yang menampilkan nabi Muhammad dan keluarga maka pemerintah harus melarang. Bila dilakukan oleh pihak luar negeri, pemerintah diharapkan bisa melakukan protes melalui Kementerian luar negeri.

Pemerintah Indonesia memastikan mengecam publikasi kembali kartun Nabi Muhammad oleh tabloid Charlie Hebdo di Prancis. Tindakan tersebut dianggap sebagai penistaan berbasis agama.

“Tindakan ini merupakan tindakan yang tidak bertanggung jawab, provokatif, dan telah melukai ratusan juta umat Muslim di dunia,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (4/9).

Semua tindakan tersebut juga dinilai bertentangan dengan prinsip dan nilai demokrasi, serta berpotensi menyebabkan perpecahan antar umat beragama, di saat dunia memerlukan persatuan untuk menanggulangi pandemi Covid-19.

Lima tahun setelah serangan di kantor redaksi majalah satir Charlie Hebdo di Ibu Kota Paris, Prancis, sebuah langkah kontroversial kembali dilakukan oleh media ini. Pada 1 September lalu, kartun yang menggambarkan Nabi Muhammad SAW diterbitkan ulang, memicu kemarahan umat Muslim di seluruh dunia.

Karikatur Nabi Muhammad SAW dicetak ulang satu hari sebelum jadwal persidangan kasus serangan kantor Charlie Hebdo, yang terjadi pada 7 Januari 2015 dan menewaskan 12 orang, termasuk kartunis ternama di Prancis. Para tersangka akan diadili atas berbagai tuduhan, termasuk keterlibatan dalam pembunuhan dan konspirasi teroris.

 Klik Sumber